Senin, 10 Oktober 2011

NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif)

1. Pengertian NAPZA

Istilah sekarang sering disebut NAPZA atau Narkotika, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya. NAPZA sesungguhnya racun yang mematikan tapi dia datang dengan wajah penuh persahabatan dan kesetiakawanan lalu melenakan, menjerumuskan dan membawa remaja pada perbuatan kriminal, merusak masa depan, ketagihan dan akhirnya merusak raga.

2. Jenis-jenis NAPZA

a. Morfin

Sejenis narkoba yang merupakan hasil olahan candu (opium) mentah. Morfin berbentuk serbuk halus berwarna putih, atau cairan berwarna, dipakai dengan jalan menghisap atau disuntikan. Efeknya terhadap tubuh akan mengalami kesakitan jika pemakain dihentikan. Sehingga akan mengalami ketagihan antara lain : kejang, sakit perut, tubuh gemetar, muntah-muntah, hidung dan mata berair, kehilangan nafsu makan, kehilangan berat badan.

b. Heroin

Heroin adalah narkoba yang berbahaya dan membuat pemakai-nya ketagihan berat. Heroin berbentuk serbuk, kristal atau cairan. Dikenal juga nama putau (heroin kelas atas), putih, PT, bedak, Etep dan lain-lain. Efeknya terhadap tubuh sama dengan morfin.

c. Ganja

Ganja adalah daun dari tumbuhan Cannabis Sativa yang dikeringkan biasanya dicampur dengan tembakau dan dihisap seperti halnya merokok. Ganja mengandung bahan kimia yang mempengaruhi perasaan seseorang, dan mempengaruhi pula caranya melihat dan mendengar sesuatu. Dikenal juga dengan nama : Mariyuana, grass, (rum-put), pot, cannabis, joint, hashish, cimeng, dan lain-lain.

Sensasi yang dialami pemakai ganja antara lain adalah hilang keseimbangan dan kordinasi, sulit berkonsentrasi, degup jantung cepat/keras, perasaan gelisah dan panik, masgul, bingung dan depresi, berkhayal. Ganja mengakibatkan ketergantungan dan ketagihan berjangka panjang.

d. Kokain

Diproses dari tanaman Erhroxylon coca. Berbentuk serbuk. Dipakai dengan cara menghirupnya melalui hidung. Dikenal juga dengan nama crack, snow, coke, girl, lady. Gejalanya : halusinasi, gelisah, Paranoia, jantung berdebar kencang, tekanan darah tinggi, muntah-muntah, dan lain-lain. Penggunaan kokain secara berlanjut dapat mengakibatkan kecanduan.

e. Ekstasi

Ekstasi berbentuk pil/tablet/kapsul. Dikenal juga dengan nama ineks, kancing. Ekstasi memacu aktivitas tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi (kekeringan cairan tubuh). Gejalanya : diare, kehausan, tidak bisa duduk diam, gerakan-gerakan tubuh tidak terkendali, sakit kepala, denyut nadi cepat, mual, muntah-muntah, hilang nafsu makan. Jika ketagihan berat, bisa menyebabkan pecandu meninggalkan karena minum air terlalu banyak akibat sensasi kehausan yang dirasakannya.

f. Shabu-shabu

Shabu-shabu adalah bahan kimia methamphetamin yang membuat pemakainya ketagihan. Sering disebut ice (es) karena bentuknya seperti kristal transparan, tidak berwarna dan tidak berbau. Dikenal juga dengan nama : kristal, ubas, SS, mecin dan lain-lain. Shabu-shabu mempengaruhi sistem saraf. Akibat penggunaan shabu-shabu antara lain : hilangnya berat badan, berkhayal, indra peraba menjadi tumpul, kerusakan hati dan ginjal, serangan jantung. Jika digunakan secara berlanjut akan mengakibatkan pembengkakan otot jantung dan berakhir dengan kematian.

2. Jenis obat yang sering disalah gunakan :

* Amphethamin
* Zat hirupobat
* Penenang dan obat tidur


3. Banyak Alasan Para Remaja Menggunakan NAPZA, antara lain:

A. Aspek fisik
- Ingin santai
- Menghilangkan rasa sakit
- Menghilangkan lelah
- Menimbulkan semangat
- Supaya aktif

B. Aspek emosi
- Menghilangkan ketegangan
- Mengubah suasana hati
- Membuktikan keberanian
- Pelampiasan rasa marah

C. Aspek interpersonal
- Ingin diakui
- Agar tidak dianggap penakut
- Tidak enak menolak ajakan teman

D. Aspek intelektual
- Mencoba untuk membuktikan
- Menganggap sebagai mode dan gaya hidup remaja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar