Jumat, 16 Desember 2011

Kutunggu Pinanganmu ^_^

Memendam kepedihan sering dirasakan saat menerima undangan pernikahan teman atau kerabat. Sebagai seorang gadis yang sudah siap menikah, tentu juga sangat merindukan saat-saat bisa merasakan kebahagiaan bersanding denga pangeran idaman. Namun kapankah itu datang ???

SABAR DALAM PENANTIAN
Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Allah Swt yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya. Bercita-cita punya seorang pendamping sejati yang bisa menyayanginya; tempat ia bisa bermanja, bisa curhat, berkeluh-kesah, serta tempat ia dapat mencurahkan cinta dan kasih sayangnya.
Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang ’mungkin’ telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya. Sayang, kebanyakan kumbang-kumbang itu sekedar ingin menggodanya saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Na’udzubillah!
Lalu apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam masa penantian ??
1.      Memperbanyak amal ibadah
Hendaknya mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan memperbanyak amal ibadah, khususnya ibadah sunnah. Contohnya : Puasa Sunnah. Karena ia bisa menjadi perisai diri dari berbagai godaan demi menahan gejolak syahwatnya.
2.      Doa dan tawakal
Rezeki, maut termasuk jodoh manusia sudah diatur oleh Allah Swt. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar dan berdoa, kemudian bertawakal kepada-Nya. Berdoalah agar segera dikaruniai jodoh yang salih, yang baik agamanya, dan bisa membawa kebahagiaan bagi kita di dunia dan akhirat. Ada baiknya jika doa tersebut dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab, seperti pada sepertiga malam terakhir.
3.      Mempersiapkan diri dan membekali diri dengan ilmu
Seorang gadis sejak jauh-jauh hari harus mempersiapkan dirinya menjadi istri sekaligus ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak. Bagaimana caranya???
Pertama, bekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama terutama yang berkaitan dengan ketatarumahtanggaan. Pahamilah apa saja hak dan kewajiban pasutri, serta bagaimana seorang istri harus bersikap dihadapan suaminya.
Kedua, bekali diri dengan keterampilan berumah tangga. Seperti : bisa menata rumah, membelanjakan harta dengan hemat, serta pandai mengolah masakan.  Selain itu, harus memiliki keterampilan produktif, misalnya : menjahit, membuat kue, menulis, dan sebagainya sehingga bisa membantu suami mencari nafkah tanpa harus meninggalkan rumah.
Ketiga, persiapkan diri menjadi istri shalihahdan sebaik-baik perhiasan bagi suami. Jangan lupa untuk selalu merawat diri agar selalu tampil cantik dan segar. Tapi ingat, kecantikan itu tidak untuk diumbar sembarangan. Persembahkan hanya untuk suami tercinta kelak.

MENAWARKAN DIRI, MENGAPA TIDAK ???
Sikap menawarkan diri  menunjukkan ketinggian akhlak dan kesungguhan untuk menyucikan diri. Insyaallah, jika sikap menawarkan diri ini dilakukan dengan ketinggian akhlak dan sopan santun, tidak akan menghinakan wanita. Seorang laki-laki salih yang berilmu tentu akan sangat menghormati wanita seperti ini.

KEPADA PARA IKHWAN
Bagi para ikhwan, ketahuilah, sesungguhnya telah banyak akhwat yang siap. Mereka menunggu pinanganmu. Tunggu apalagi jika engkau pun sudah siap menikah dan merindukan seorang istri??
Ayolah, jangan ikhlaskan wanita-wanita salihah itu dinikahkan dengan laki-laki yang tak baik agamanya. Ingat bahwa Allah Swt akan menolong seorang pemuda yang berniat menikah demi menyelamatkan agamanya. Oleh karena itu, bersegeralah mencari pendamping yang bisa membantumu bertakwa kepada Allah Swt.


(Diringkas dan Dikutip dari : Majalah Nikah Vol. 4 No. 11, Pebruari 2006)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar